Pembangunan Rel Kereta Api Makkah-Madinah


Mekah Madinah 2 Jam dengan KAMenteri Perhubungan dan Transportasi Kerajaan Arab Saudi Dr. Jabbara Ash-Sharaysiri menyatakan bahwa pembangunan jalur kereta api untuk Jeddah-Mekah-Madinah sudah sangat siap dan sudah disepakati Majelis Anggaran Kerajaan Arab Saudi.

Demikian seperti dijelaskan Jabbarah kepada harian Al-Watan (Arab Saudi) edisi Ahad, 22 Maret hari ini.Nantinya, Arab Saudi akan berkonsentrasi membangun jalur kereta api untuk memecahkan masalah angkutan di negara kaya minyak ini. "Mekah-Jeddah hanya akan ditempuh setengah jam dan Madinah-Mekah atau Madinah-Jeddah akan ditempuh dalam waktu dua jam perjalanan yang menyenangkan," kata Jabbarah. Demikian juga pembangunan monorail dan kereta api untuk Mekah-Mina-Muzdalifah-Arafah. Anggaran yang disiapkan untuk itu memcapai 6,78 Milyar Riyal.

Kecepatan kereta api mencapai 300 kilometer perjam. Kini mulai dibangun infastrukturnya termasuk membangun jembatan-jembatan yang akan dilintasi kereta api cepat yang diambil dari Prancis itu. Jabbarah juga mengungkapkan bahwa jalur kereta apai akan dibangun membelah wilayah Kerajaan Arab Saudi dari wilayah selatan ke utara. Dari Pelabuhan Islam di Jeddah mencapai Riyadh hingga pelabuhan Raja Abdul Azizi di Dammam, Teluk Arab yang jaraknya mencapai sekitar 950 kilometer.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani perjanjian pembangunan jalan kereta api Mekah-Madinah-Jeddah dengan biaya SR6,79 miliar yang dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimin perusahaan raksasa Arab Saudi, Al-Rajhi.

Penandatanganan dilakukan Menteri Keuangan Arab Saudi Dr. Ibrahim al-Assaf dan Menteri Transportasi Dr. Jabara Al-Seraisry dan dari pihak Al-Rajhi diwakili Sulaiman Abdullah Al-Rajhi, yang menjabat sebagai ketua konsorsium yang melibatkan kontraktor Al-Arrab dan 18 perusahaan Cina.

Proyek ini adalah prakarsa Khadimul haramain untuk memudahkan transpotasi jemaah haji dan umrah. Jelur kereta api akan dibangun sepanjang 450 kilometer yang akan menghubungkan Mekah-Madinah dan Jeddah. Nantinya, kerea api yang dipergunakan adalah TGV (Prancis) yang emiliki kecepatan 320 kilometer perjam. Jarak tempuh Mekah-Madinah atau Jeddah-Madinah hanya sekitar 2 jam. Sementara perjalanan dari Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah menuju kota suci Mekah ditempuh hanya dalam waktu 30 menit.

Tahap pertama dari proyek ini akan mencakup persiapan tanah, pemangunan jembatan, dan terowongan. “Kami mempertimbangkan sebuah proyek besar dalam sejarah transportasi di Kerajaan Arab Saudi,” kata Al-Seraisry. “Kereta berkecepatan tinggi tidak hanya akan mempersingkat durasi perjalanan tetapi juga menjamin kenyamanan penumpang,” katanya seperti dikutip harian Arab News edisi Jumat, 5 Maret kemarin. Kereta api ini akan dikelola Saudi Railway Organization (SRO).

Menurut Abdul Aziz Al-Hoqail, presiden SRO, proyek akan selesai pada pertengahan tahun 2012 dan uji coba operasi akan dilakukan untuk jangka waktu enam bulan sampai resmi diluncurkan pada bulan November tahun yang sama. “Kereta api peluru yang menghubungkan Mekah dan Madinah yang aman akan meluncurkan jemaah dan penumpang lain dengan nyaman. Kereta api tersebut akan dilengkapi sistem komunikasi terbaru,” katanya.

Investasi grup Al-Rajhi untuk proyek ini mencapai 63,75%, sementara konsorsium perusahaan Cina mencapai 21,25%. Alstom, perusahaan transportasi Perancis pembuat kereta api cepat TGV akan menawaran pilihan transportasi. “Kami sangat antusias mengenai proyek yang akan melayani jutaan peziarah ini,” kata Samer MS Arafa, eksekutif Vice President Al-Arrab, mitra Al-Rajhi. Dia menambahkan bahwa perusahaan akan menyelesaikan proyek sesuai jadwal.

Sumber: www.informasihaji.com